Sederhana Tanpa Pungutan, Perpisahan SDN Ampera Patokbeusi Tetap Meriah dan Penuh Makna
Warta In Jabar | SUBANG – Di tengah polemik biaya perpisahan sekolah yang kerap menjadi sorotan, SDN Ampera Kecamatan Patokbeusi menunjukkan bahwa kegiatan pelepasan siswa dapat berlangsung meriah tanpa membebani orang tua murid. Rabu, 24/6/2026
Acara perpisahan siswa kelas VI sekaligus kenaikan kelas tahun ajaran 2025/2026 yang digelar di lingkungan sekolah berlangsung sederhana, namun sarat makna dan penuh keceriaan. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana tanpa pungutan biaya dari wali murid.
Kepala SDN Ampera, Suryati Mulyani, mengatakan keterbatasan fasilitas tidak menjadi hambatan untuk menghadirkan momen berkesan bagi para siswa.
“Kami menggunakan ruang kelas yang disulap menjadi aula kecil. Meski sederhana, tempat ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi untuk menampilkan berbagai kreasi seni dalam rangka perpisahan kelas VI dan kenaikan kelas,” ujarnya.
Ruang kelas yang digunakan tampak dihias dengan dekorasi sederhana namun menarik. Balon warna-warni, kain batik, serta spanduk bertuliskan Perpisahan Kelas VI dan Kenaikan Kelas SD Negeri Ampera menjadi latar yang menambah semarak suasana.
Kegiatan diawali dengan penampilan seni dan kreativitas siswa kelas I dan II. Selanjutnya, siswa kelas V memberikan penyambutan kepada kakak-kakak kelas VI yang akan meninggalkan bangku sekolah dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Berbeda dengan sebagian sekolah yang menggelar prosesi sungkeman, SDN Ampera memilih cara yang lebih sederhana. Pelepasan dilakukan secara simbolis melalui prosesi pelepasan topi dan dasi merah putih oleh para siswa sebagai tanda berakhirnya masa belajar mereka di sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan seluruh siswa kelas VI yang dinyatakan lulus 100 persen.
“Alhamdulillah, seluruh siswa kelas VI berhasil menyelesaikan pendidikan di SDN Ampera dan diterima di SMP yang mereka pilih. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah, guru, maupun orang tua,” ungkapnya.

Suryati juga mengingatkan para orang tua agar memastikan putra-putrinya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan tidak terkendala proses pendaftaran yang kini dilakukan secara daring.
“Pintu sekolah selalu terbuka bagi orang tua yang membutuhkan bantuan terkait proses pendaftaran. Jangan sampai anak-anak kita tidak melanjutkan sekolah hanya karena kendala administrasi atau kurang memahami aplikasi pendaftaran,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pendidikan saat ini telah digratiskan oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anak-anaknya.
“Mulai dari SD sampai SMA saat ini sekolah sudah gratis. Karena itu, mari bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan yang layak,” tambahnya.
Tahun ajaran 2025/2026, SDN Ampera memiliki total 258 siswa dengan jumlah lulusan kelas VI sebanyak 45 orang. Sementara calon peserta didik baru yang telah mendaftar untuk kelas I tercatat mencapai 41 siswa.
Kesederhanaan acara ternyata tidak mengurangi kebahagiaan para peserta. Orang tua murid mengaku senang karena anak-anak tetap mendapatkan pengalaman berharga tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Sementara para siswa terlihat antusias menampilkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan guru serta keluarga.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa kemeriahan sebuah perpisahan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kebersamaan, kreativitas, dan makna yang ditinggalkan bagi para siswa yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.































