Orang tua kecewa, Aplikasi SPMB SMPN 2 Kalijati tak bisa diakses, Disdik tak kunjung tanggap.
SUBANG, Warta In, Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB jenjang SMP tahap 2 jalur Afirmasi di Kabupaten Subang yang dibuka Senin, 22 Juni 2026, diduga abai terhadap nasib calon siswa kurang mampu. Buktinya, aplikasi SPMB untuk SMPN 2 Kalijati lumpuh total sejak hari pertama, sementara Disdik Subang terkesan tutup mata.
Pantauan Warta In di lapangan, puluhan orang tua calon siswa SMPN 2 Kalijati frustasi. Saat mencoba mendaftar, aplikasi SPMB hanya menampilkan nama SMP lain yang bukan tujuan. Padahal sekolah lain di Kecamatan Kalijati berjalan normal tanpa kendala.
“Ini hari keempat aplikasi tetap nggak bisa dibuka. Anak kami mau daftar jalur Afirmasi di SMPN 2, tapi sistemnya seperti sengaja dikunci. Kami sudah lapor ke operator SD, sudah ngadu ke Disdik, tapi tidak ada jawaban sama sekali,” keluh Asep salah satu orang tua dengan nada kecewa, kamis 25/6/2026.
Ironis, Jalur Afirmasi adalah salah satu jalan bagi anak dari keluarga tidak mampu untuk dapat pendidikan layak. Namun di SMPN 2 Kalijati, akses itu justru dipersulit oleh error sistem yang tak kunjung diperbaiki.
Yang lebih memprihatinkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Heri Sopandi, ketika akan dimintai pendapat nya “selalu tidak berada di tempat”. sikap ini memunculkan tanda tanya besar, apakah Disdik Subang memang tidak siap menjalankan SPMB, atau sengaja mengabaikan aduan masyarakat kecil.
Sampai berita ini naik, tidak ada klarifikasi, tidak ada perbaikan sistem, dan tidak ada solusi dari Disdik Subang. Sementara waktu pendaftaran terus berjalan dan hak anak-anak dari keluarga kurang mampu terancam hilang.
Publik berhak bertanya, ke mana Disdik Subang saat sistem pendidikan dasar justru menyengsarakan warganya sendiri.
(RB).






























