Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Karnaval Lojejer 2026 Usung Tema “Anuraga”, Wujudkan Semangat Persatuan dan Cinta di Hari Kemerdekaan

Warta.in, Jember — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu meriah di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Pemerintah Desa Lojejer bersama lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

Kepala Desa Lojejer, Muhammad Sholeh, mengatakan bahwa rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Menurutnya, kemeriahan tahun ini dikemas dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak usia dini hingga masyarakat umum.

“Ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga seluruh warga Desa Lojejer,” ujar Muhammad Sholeh.

Rangkaian kegiatan telah dimulai pada 25 Agustus 2026 dengan karnaval tingkat HIMPAUDI, TK dan PAUD se-Desa Lojejer. Kemeriahan kemudian berlanjut pada 26 Agustus 2026 melalui karnaval tingkat SD dan MI se-Desa Lojejer.

Tak berhenti di sana, sejumlah agenda hiburan lainnya juga telah disiapkan, di antaranya festival dance (horeg) dan kegiatan cek sound. Seluruh rangkaian tersebut nantinya akan mencapai puncaknya pada 29 Agustus 2026, melalui karnaval umum yang diikuti masyarakat se-Desa Lojejer.

Menariknya, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari Parade Culture Village Nusantara IV dengan mengusung tema “Anuraga”.

Muhammad Sholeh menjelaskan, kata “Anuraga” berasal dari bahasa Sanskerta yang dimaknai sebagai wujud pengabdian. Menurutnya, manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa bukan hanya untuk menjalani kehidupan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat dan pengabdian kepada sesama.

“Anuraga ini merupakan suatu wujud pengabdian kita. Kita hidup di dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengabdi. Karena itu, mari kita wujudkan kasih sayang, saling berbagi dan saling mencintai untuk menuju persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Bagi Pemerintah Desa Lojejer, kemeriahan karnaval bukan sekadar tontonan. Di balik berbagai kreativitas, kostum, seni dan budaya yang ditampilkan masyarakat, tersimpan pesan penting tentang bagaimana semangat kemerdekaan dapat terus dirawat melalui kebersamaan.

Muhammad Sholeh berharap seluruh masyarakat Lojejer maupun warga dari luar desa dapat turut hadir menyaksikan langsung rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami berharap masyarakat Lojejer maupun masyarakat dari luar desa bisa berbondong-bondong datang untuk melihat langsung gelaran spektakuler yang kami tampilkan. Mari bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-81,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan warga dan pengunjung menjadi peluang tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan.

“Harapan kami, kegiatan ini juga bisa menjadi tambahan income bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Jadi kemeriahan kemerdekaan ini bukan hanya dirasakan dalam bentuk hiburan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian.

“Mari kita jaga bersama Desa Lojejer dengan penuh kasih sayang, rasa persatuan dan kesatuan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga kedaulatan dan membangun desa yang lebih baik. Merdeka!” pungkas Muhammad Sholeh.

Berita Terkait