Warta.in, Jember – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, berlangsung meriah. Semangat kemerdekaan tidak hanya terlihat dari berbagai hiasan dan kegiatan yang digelar masyarakat, tetapi juga dari antusiasme warga yang turun langsung mengikuti karnaval dengan menampilkan beragam adat dan budaya Nusantara.
Karnaval tersebut menjadi salah satu momentum bagi masyarakat Desa Pakusari untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Berbagai kelompok masyarakat ikut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas masing-masing, mulai dari pakaian adat hingga berbagai bentuk kesenian dan budaya Indonesia.
Salah satu yang turut mencuri perhatian adalah Barisan Pemuda Gareng atau Pemuda Gladak Reng-Reng yang berasal dari Dusun Gempal L, RT 001/RW 009, Desa Pakusari.
Dengan penuh semangat, para pemuda tersebut berbondong-bondong mengikuti karnaval yang digelar Pemerintah Desa Pakusari. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk memeriahkan suasana, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya mengenang jasa para pahlawan serta menjaga semangat perjuangan di kalangan generasi muda.
Ketua Barisan Pemuda Gareng, Yudi Ishak, mengatakan bahwa momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia.
“Meski kami tidak ikut berperang pada masa itu, bukan berarti semangat perjuangan harus berhenti. Rasa bahagia memperingati kemerdekaan dan semangat juang tetap harus berkobar di dalam hati kita,” ujar Yudi.

Menurutnya, generasi muda saat ini memang tidak lagi berhadapan dengan peperangan seperti yang dialami para pejuang pada masa lalu. Namun, perjuangan di masa sekarang dapat diwujudkan melalui hal-hal positif, salah satunya dengan menjaga persatuan, melestarikan budaya dan ikut berkontribusi dalam kegiatan masyarakat.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan Pemuda Gareng melalui penampilan pakaian adat khas Minahasa. Pilihan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan budaya luar biasa, meskipun masyarakatnya berasal dari berbagai daerah dengan adat dan tradisi yang berbeda.
Para pemuda tampil mengenakan pakaian adat dengan penuh percaya diri. Mereka ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya bukanlah sesuatu yang memisahkan, melainkan menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Indonesia.
Yang menarik, seluruh pakaian adat dan perlengkapan yang digunakan dalam karnaval tersebut dipersiapkan secara swadaya. Para anggota Pemuda Gareng rela mengeluarkan biaya dari kantong sendiri agar dapat ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi mereka, biaya yang dikeluarkan bukan menjadi persoalan utama. Hal yang lebih penting adalah kebersamaan dan kesempatan untuk ikut merasakan kemeriahan peringatan kemerdekaan bersama masyarakat Desa Pakusari.
Semangat tersebut terlihat dari kekompakan para anggota saat mengikuti rangkaian karnaval. Mereka tidak hanya membawa nama kelompok, tetapi juga membawa semangat anak muda untuk tetap mencintai budaya Indonesia.
Karnaval kemerdekaan akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan hiburan. Di balik kemeriahan dan beragam kostum yang dikenakan peserta, terdapat pesan tentang persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Bagi masyarakat Desa Pakusari, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kalangan. Anak-anak, pemuda hingga orang tua dapat berkumpul dan menikmati kemeriahan kemerdekaan dalam suasana penuh kebersamaan.
Keikutsertaan Pemuda Gareng menjadi salah satu contoh bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dengan cara sederhana. Tidak harus mengangkat senjata seperti para pahlawan terdahulu, tetapi bisa dilakukan dengan menjaga kebersamaan, menghargai keberagaman serta ikut melestarikan budaya bangsa.
Melalui karnaval tersebut, Pemuda Gareng berharap semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya Indonesia tidak hanya muncul setiap bulan Agustus. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari karakter generasi muda.
Dengan semangat kebersamaan itulah, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pakusari tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan perlu diisi dengan hal-hal positif oleh generasi penerus bangsa.






























