Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Bukan Sekadar Sembako Murah, SOKSI Jember Bawa Kepedulian ke Warga Silo

Warta.in, Jember – Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan SOKSI Kabupaten Jember bersama Media Mitra Jaya melalui kegiatan pasar murah dan tebus murah sembako di Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga cukup membayar Rp25 ribu untuk mendapatkan satu kilogram gula dan satu botol minyak goreng ukuran 800 mililiter. Masyarakat yang mengikuti program cukup membawa KTP.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus meringankan pengeluaran keluarga.

Hj. Luluk, Bidang UMKM SOKSI Kabupaten Jember, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati program ini dan sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, program tebus murah sembako telah berjalan sejak 2019 dan dilaksanakan secara berkala. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus menjangkau berbagai wilayah.

Tiga Pilar Program SOKSI Jember

Sementara itu, Tino Cahyono, Pimpinan SOKSI Kabupaten Jember periode 2026–2031, menegaskan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan organisasi harus memiliki arah dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.

Ia menyebut terdapat tiga hal utama yang menjadi pijakan program SOKSI Jember, yakni kreativitas, pendidikan, dan patriotisme.

“Program SOKSI Jember sudah jelas. Ada tiga hal yang menjadi pijakan, yaitu kreativitas, pendidikan dan patriotisme. Jadi setiap kegiatan yang dilakukan pengurus SOKSI Jember harus mengacu pada tiga hal tersebut,” tegas Tino.

Menurut Tino, aspek kreativitas diperlukan agar SOKSI mampu melahirkan kegiatan yang inovatif dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kreativitas tidak hanya dalam bentuk kegiatan sosial, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan potensi ekonomi.

Sementara pendidikan, kata dia, menjadi bagian penting karena kemajuan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh bantuan materi, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan harus menjadi perhatian. Kita ingin kegiatan SOKSI tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memberikan nilai dan pengetahuan yang bisa menjadi bekal masyarakat ke depan,” jelasnya.

Sedangkan patriotisme dimaknai sebagai semangat untuk terus hadir dan berbuat bagi masyarakat serta bangsa. Menurutnya, semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, kegiatan pasar murah di Silo dinilai tidak sekadar kegiatan pembagian atau penjualan sembako dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kepedulian sosial yang tetap berada dalam arah besar program SOKSI Jember.

Tino menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mendorong berbagai kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung dengan tetap berpedoman pada tiga pilar tersebut.

Selain pasar murah, sejumlah program sosial juga tengah dipersiapkan, di antaranya rehabilitasi sekitar 349 rumah layak huni, revitalisasi sekolah, serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kami ingin setiap kegiatan SOKSI memiliki manfaat dan arah yang jelas. Kreativitas, pendidikan dan patriotisme harus menjadi dasar dalam setiap langkah pengurus,” katanya.

Hj. Luluk juga menegaskan bahwa kegiatan pasar murah tersebut murni merupakan program sosial dan tidak berkaitan dengan pinjaman online (pinjol).

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan mengaku terbantu dengan harga sembako yang ditawarkan.

“Terima kasih, program ini sangat membantu dan meringankan beban masyarakat. Dengan Rp25 ribu sudah mendapatkan gula satu kilogram dan minyak satu botol,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, SOKSI Jember bersama Media Mitra Jaya berharap kepedulian sosial dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Bagi SOKSI Jember, kegiatan sosial bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga bagaimana membangun kreativitas, meningkatkan pendidikan, dan menumbuhkan patriotisme agar manfaat organisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Berita Terkait