
Dugaan Pengaspalan Tak Maksimal di Koleberes dan Dayeuh Luhur Tuai Kritik, DPUTR Belum Berikan Konfirmasi
SUKABUMI — Kondisi pengaspalan di ruas jalan Koleberes dan Dayeuh Luhur menuai sorotan dari masyarakat. Pengerjaan jalan yang dinilai kurang maksimal memicu kecurigaan publik mengenai efektivitas serta kejelasan penggunaan anggaran alokasi proyek tersebut.
Hingga saat ini, pihak pelaksana maupun tokoh setempat, Babah Inggu Sudeni—yang sempat viral beberapa waktu lalu—belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan kondisi pengerjaan fisik jalan tersebut.
Kritik tajam salah satunya datang dari warga setempat, Tommy. Ia mengeluhkan hasil akhir pengaspalan yang dinilai jauh dari standar kualitas ideal dan terkesan asal-asalan.
“Jalan yang tadinya diharapkan jadi bagus, malah seperti dodol. Meni ku hayang gede bati eta pengusaha (seperti yang ingin untung besar saja pengusahanya),” ujar Tommy saat menyampaikan keluhannya.
Rencana Pembetonan oleh DPUTR
Di tengah gelombang kritik warga, beredar informasi bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) sebenarnya telah memasukkan ruas Jalan Koleberes ke dalam perencanaan peningkatan jalan dengan metode pembetonan (rigrid pavement).
Meski demikian, informasi kepastian mengenai skema anggaran, tenggat waktu pengerjaan, hingga detail perencanaan proyek beton tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan kelengkapan berita (cover both side), upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Bidang Bina Marga DPUTR, Hendi. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi terkait evaluasi pengerjaan saat ini serta status perencanaan pembetonan jalan Koleberes mendatang.
Pihak redaksi masih terus berusaha menghubungi DPUTR dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi berimbang demi kepentingan publik.
(Alfi yonimar)


