Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pelantikan Pengurus GOW Sukabumi: Di Antara Harapan Bupati dan Tantangan Realisasi di Lapangan

SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Asep Japar resmi melantik pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2031 di Pendopo Sukabumi, Jumat (30/10/2026). Dalam kepengurusan baru yang dipimpin oleh Hj. Rina Rosmaniar Japar tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga soliditas dan efektivitas program pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa GOW merupakan mitra strategis pemerintah daerah sekaligus rumah besar bagi 43 organisasi wanita di Kabupaten Sukabumi.

“Di sini, kekuatan perempuan-perempuan hebat berkumpul dan menjadi motor penggerak keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah,” ujar Asep.

Ia meminta pengurus baru tidak hanya menjaga persatuan dan integritas, tetapi juga memastikan program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung peran GOW dalam pembangunan daerah.

Senada dengan Bupati, Ketua GOW Kabupaten Sukabumi terpilih, Hj. Rina Rosmaniar Japar, menyikapi keragaman latar belakang anggota sebagai modal sosial untuk saling menguatkan. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara profesional, terbuka, dan beretika.

“Dengan kebersamaan, sinergi, dan komitmen yang kuat, kita pasti mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Mari kita jadikan masa kepengurusan GOW 5 tahun ke depan sebagai masa kebangkitan perempuan Sukabumi,” ungkap Rina.

Catatan Kritis: Mendorong GOW Lepas dari Kesan Seremonial
Di sisi lain, publik dan kalangan pengamat sosial mengingatkan agar kepengurusan baru ini mampu menjawab tantangan riil perempuan di Kabupaten Sukabumi, seperti masalah kesejahteraan ekonomi keluarga, tingginya angka pernikahan anak, hingga akses kesehatan ibu dan anak di wilayah pelosok.

Aktivis pemberdayaan perempuan daerah menilai, tantangan terbesar GOW selama ini adalah konsistensi program pasca-pelantikan. Sering kali organisasi kewanitaan terjebak pada kegiatan yang bersifat seremonial dan kurang memiliki dampak terukur bagi masyarakat di tingkat akar rumput (grassroots).

“Harapan kami, 43 organisasi yang tergabung di GOW tidak hanya aktif saat ada acara resmi pemerintah. GOW periode 2026–2031 harus membuktikan transparansi program dan berani turun langsung menyentuh isu-isu krusial perempuan pedesaan, seperti pelatihan literasi keuangan dan pendampingan korban kekerasan,” ujar salah satu perwakilan lembaga swadaya masyarakat lokal.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah daerah dan pengawalan kritis dari masyarakat, kepengurusan GOW Kabupaten Sukabumi 2026–2031 diharapkan dapat membuktikan kinerjanya secara nyata selama lima tahun ke depan.

Berita Terkait