26.6 C
Jakarta
Rabu, Februari 25, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Optimasi Lahan OPLAH, Dorong Para Petani Optimis Tingkatkan Indeks Pertanaman

Warta.in, Jember – 28/02/2026 Optimasi Lahan (Oplah) yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang kurang optimal (lahan tidur, marjinal) melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata air, dan tanah kembali berikan manfaat bagi kelompok tani (Poktan).

Budi Luhur adalah salah satu kelompok tani yang ada di desa Sukorejo kecamatan Bangsalsari kabupaten Jember, turut merasakan manfaat dari program tersebut, setelah dilaksanakannya program Oplah berupa Pipanisasi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat / Kementan RI.

Awalnya lahan pertanian/sawah seluas 34,91 Ha milik para petani diwilayah tersebut tidak dapat sepenuhnya dialiri oleh aliran air dikarenakan kurangnya sumber air dan buruknya saluran perariran, jadi hanya mengandalkan adanya hujan datang jika harus ditanami padi.

“Untuk sawah yang ada dipinggir sungai itu masih bisa mas ambil air melalui mesin diesel, itu tetap kita lakukan meski biaya membengkak, tapi untuk yang tengah apalagi sebelah barat nunggu air mengalir itupun kalo kebagian kalo tidak ya sudah terpaksa tanam yang lain jadi tidak bisa kita serentak,” Kata Fathoni selaku ketua poktan.

Dengan adanya kendala didalam kelompoknya, Fathoni selaku Ketua poktan memikirkan cara agar dapat memecahkan masalah yang ada dengan terus menerus mengajukan permohonan kepada pemerintah terkait, sehingga pada tahun 2025 didapatkanlah bantuan tersebut dan telah terlaksanakan pula pada akhir 2025 tepatnya di bulan Desember.

Ket foto : Mesin Irpom yang ditanam untuk mengambil sumber air untuk disalurkan (atas), panel pengontrol mesin dan saluran pipa (bawah).

Perlu diketahui dalam sistem pengerjaannya, kelompok tani Budi Luhur mendapatkan bantuan pipanisasi sepanjang 325m namun karena dirasa kurang melalui swadaya akhir ditambahlah menjadi 576m, sistem kerja dalam program pipanisasi tersebut adalah memanfaatkan sumber air yang diambil menggunakan mesin Irpom, mesin itu ditanam dalam cempolong yang digali dialiran sungai dengan kedalaman ±8 meter, selanjutnya air yang diambil menggunakan mesin itu dialirkan menggunakan pipa-pipa yang diberi panel buka-tutup pada setiap saluran air, jadi bisa langsung disalurkan ke lahan sawah yang memerlukan pengairan.

Dengan adanya saluran serta sumber air baru ini, kelompok tani Budi Luhur mampu menaikkan optimis dapat menaikkan angka (IP) Indeks Pertanaman Pertanian.

“Dulu kita ini IP hanya 1,5 mas mudah-mudahan kedepannya bisa menembus 2 bahkan 3 mas karena kebutuhan air sudah pasti tercukupi,” pungkas Fathoni.

Para petani yang berada dibawah naungan kelompok tani Budi Luhur, berkomitment akan terus mendukung program pemerintah baik pusat atau pun daerah, khususnya dalam program yang menjadi salah satu prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto yaitu Swasembada Pangan atau Lumbung Pangan bagi bangsa Indonesia.

Para petani juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya program ini kepada semua pihak terkait. Harapan juga doa para petani yang diminta kepada Pemerintah yaitu, terus memperhatikan serta menanggapi terkait keluhan yang mungkin ada dalam setiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Semoga program ini tidak berhenti sampai disini saja mas, karena masih banyak teman-teman kelompok sebelah juga kekurangan air, itu masih belum tersentuh dengan program ini, mudah-mudahan juga diberikan mas,” tandas Fathoni.

Berita Terkait