30.2 C
Jakarta
Selasa, Juni 2, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Tersentuh Kondisi Warga, Camat Sukabumi dan Kades Warnasari Beri Bantuan kepada Thevi Suhenda

Tersentuh Kondisi Warga, Camat Sukabumi dan Kades Warnasari Beri Bantuan kepada Thevi Suhenda

Warta In Jabar | SUKABUMI – Viralnya pemberitaan mengenai niat Thevi Suhenda, warga Kampung Selawi RT 16 RW 04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, yang berencana menjual ginjalnya karena kesulitan ekonomi, mendapat perhatian langsung dari pemerintah setempat.

Pada Selasa (2/6/2026), Camat Sukabumi Sandi bersama Kepala Desa Warnasari, Umar, dan perangkat desa mendatangi kediaman Thevi Suhenda untuk melihat langsung kondisi yang dialaminya.

Dalam pertemuan tersebut, Thevi mengaku bahwa keinginannya menjual ginjal bukan sekadar ungkapan emosi, melainkan didasari kondisi ekonomi yang sulit dan minimnya kesempatan kerja.

“Maksud saya memang serius ingin menjual ginjal karena kondisi hidup yang saya alami saat ini,” ungkap Thevi saat ditemui Camat dan Kepala Desa.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sukabumi Sandi menyampaikan keprihatinannya dan berupaya memberikan solusi agar Thevi tidak mengambil langkah yang berisiko bagi kesehatannya. Selain memberikan bantuan sementara, pihak kecamatan juga berjanji membantu mencarikan peluang pekerjaan yang layak.

“Insya Allah kami akan berupaya membantu saudara Thevi mendapatkan pekerjaan yang layak. Kami akan memanfaatkan jaringan dan relasi yang ada untuk membantu proses pencarian kerja,” ujar Camat Sandi.

Sementara itu, Kepala Desa Warnasari, Umar, menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus melakukan pendampingan dan komunikasi dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Kami akan terus berupaya membantu warga yang mengalami kesulitan. Respons cepat ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat dan agar persoalan yang dihadapi warga bisa segera ditangani,” kata Umar.

Kasus yang dialami Thevi pun memunculkan perhatian publik terkait pentingnya kehadiran pemerintah dalam menangani persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Berbagai pihak berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mencegah munculnya kasus serupa di kemudian hari.

Di tengah berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Sukabumi, kondisi yang dialami Thevi menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

(Alfi Yonimar)

Berita Terkait