Sinergi Tanpa Batas di SDN Mitra Budaya: Gelar Santunan Yatim hingga Lepas Alumni Kelas VI Lewat Panggung Seni
Warta In Jabar | SUBANG, CIBERES – Suasana khidmat bercampur bahagia menyelimuti halaman SDN Mitra Budaya. Sekolah tersebut sukses menggelar perhelatan ganda: perayaan kenaikan kelas I–V sekaligus pelepasan siswa kelas VI. Meski sempat diguyur gerimis tipis di awal acara, langit yang kembali cerah seolah merestui jalannya acara yang berlangsung meriah namun penuh kehangatan ini.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa Ciberes, Wakil Dusun, RT setempat, serta Komite Sekolah Ustadz Wahyudin ini, menjadi bukti nyata kuatnya gotong royong warga sekolah.

Ada cerita inspiratif di balik layar kemeriahan ini. Kepala SDN Mitra Budaya, Andi Nurbana, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya mengimbau agar acara digelar sangat sederhana tanpa membebani biaya. Namun, dorongan dan tekad yang kuat membuat para orang tua murid bergerak mandiri secara swadaya mengumpulkan dana demi memberikan momen perpisahan terbaik bagi anak-anaknya.
”Terima kasih kepada orang tua siswa yang sudah berjuang… walaupun sudah saya larang agar dilaksanakan sederhana, tapi orang tua mempunyai tekad yang lain dan alhamdulillah hari ini dapat terlaksana,” ujar Andi Nurbana dalam sambutannya. Beliau juga membocorkan rencana masa depan sekolah untuk membangun panggung permanen lewat sistem sumbangan sukarela tanpa paksaan iuran ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga memaparkan perkembangan pendidikan sekolah serta memberikan edukasi penting bagi para orang tua yang hadir:
Dilema Kuota Kelas I: Saat ini ada 30 calon siswa yang mendaftar, sementara sistem membatasi ketat satu rombongan belajar (rombel) hanya berisi 28 siswa. Sekolah memastikan dua siswa akan tereliminasi oleh sistem ke sekolah pilihan kedua. Untuk tahun depan, pendaftaran akan dibuka lebih awal (Februari–Maret) agar sekolah bisa mengajukan kuota 2 rombel ke Dinas Pendidikan jika peminat membludak.
Wajib PAUD & Madrasah: Beliau menekankan pentingnya anak masuk PAUD/TK minimal 1 tahun sebelum SD demi kesiapan mental dan karakter. Selain itu, siswa yang naik ke kelas III sangat dianjurkan masuk Madrasah Sore, karena ijazahnya menjadi poin prioritas saat masuk SMP kelak.
Kepada 19 siswa kelas VI yang lulus tahun ini—dan seluruhnya sukses menembus SMP pilihan—Andi menitipkan pesan mendalam. “Jagalah nama baik sekolah kita. Jangan sampai kalian terlibat tawuran atau sering bolos. Kalian semakin dewasa, semakin tinggi pula pemikiran kalian,” pesannya, yang kemudian ditutup dengan sebuah pantun jenaka penuh makna tentang kerja sama dan prestasi.
Tidak hanya sekadar seremoni perpisahan, acara ini juga diwarnai aksi sosial yang menyentuh hati berupa pembagian santunan kepada 11 siswa yatim di SDN Mitra Budaya.
Setelah prosesi pelepasan 19 siswa kelas VI selesai, panggung langsung diguncang oleh berbagai penampilan kreasi seni dan budaya dari para siswa. Mengenakan pakaian adat dan menampilkan berbagai bakat, anak-anak tampil dengan penuh percaya diri.
Meski pihak sekolah meminta maaf atas kesederhanaan acara yang tanpa suguhan camilan maupun makan siang, para orang tua justru tidak ambil pusing. Mereka membawa bekal masing-masing dan larut dalam kegembiraan, menyaksikan anak-anak mereka menari, menyanyi, dan merayakan kelulusan dengan penuh tawa sekaligus tetesan air mata haru.































