Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Bupati Jember Perkuat Sinergi dengan Pesantren, Santri dan Guru Ngaji Jadi Prioritas Program Daerah

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sinergi dengan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun karakter masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, saat gelaran acara Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari.

Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan apresiasi atas peran besar pondok pesantren yang selama ini tetap istiqamah mendidik umat, meskipun tidak selalu mendapatkan dukungan yang memadai dari pemerintah.

Menurutnya, pesantren dan para kiai akan tetap berjuang mencetak generasi berakhlak, namun pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan penghargaan dan perhatian yang layak kepada dunia pesantren.

“Guru ngaji adalah gerbang penjaga akhlak anak-anak kita. Karena itu, kami berkomitmen memberikan perhatian yang lebih baik, mulai dari insentif yang disalurkan secara terhormat setiap bulan Ramadan hingga memprioritaskan putra-putri guru ngaji memperoleh beasiswa pendidikan,” ujar Gus Fawait.

Sebagai bentuk penguatan komunikasi, Pemkab Jember juga membentuk Forum Komunikasi Pondok Pesantren yang berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah daerah dengan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Jember. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi maupun program pemerintah diharapkan dapat tersampaikan secara langsung kepada para pengasuh pesantren.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan pemerintah daerah, di antaranya layanan berobat gratis bagi masyarakat ber-KTP Jember di rumah sakit yang bekerja sama serta peluncuran program home care atau layanan dokter yang mendatangi langsung rumah warga kurang mampu untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Di bidang pendidikan, Gus Fawait menegaskan bahwa santri menjadi salah satu prioritas penerima beasiswa daerah. Tahun ini, Pemkab Jember membuka kategori bagi santri, khusus para hafiz Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, penerima beasiswa dari kalangan santri harus memperoleh surat keterangan resmi dari pondok pesantren sebagai bukti bahwa yang bersangkutan benar-benar aktif menempuh pendidikan di pesantren.

Melalui program tersebut, mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan biaya kuliah, tetapi juga bantuan biaya hidup. Nilai bantuan yang diberikan dapat mencapai sekitar Rp11 juta per tahun.

Ke depan, Pemkab Jember juga berupaya membuka kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, termasuk di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar, agar para santri Jember memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menutup sambutannya, Gus Fawait memohon doa restu kepada seluruh kiai agar diberikan kekuatan dan amanah dalam menjalankan roda pemerintahan serta mampu mewujudkan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat dan dunia pesantren.

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan para pengasuh pondok pesantren, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan serta meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dan santri di Kabupaten Jember.

Berita Terkait