Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Truk Babi “Diduga Untuk Bupati ” Masuk Nias Barat.

Nias Barat, Warta.in — Video viral memperlihatkan 1 unit truk *BE 0265 HW membongkar muatan ternak babi di Pelabuhan Gunungsitoli, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dalam rekaman, pengemudi truk menyebut muatan itu “untuk Bupati Nias Barat”.

Peristiwa ini terjadi saat Kabupaten Nias Barat berstatus siaga wabah ASF. Pemda sendiri gencar mengimbau warga menahan pemasukan ternak dari luar daerah karena puluhan babi milik BUMDes dan warga dilaporkan mati.

Ini jawaban Kabid Peternakan  melaui via WA seluler
Saat Warta.in mengonfirmasi ke Martinus Laia, Kabid Peternakan Distan Nias Barat, Jumat 21 Agustus 2026 pukul 14.59 WIB.

Terkait video viral, Kabid menjawab:
“Tentang babi yg sedang masuk di Nias barat sudah sesuai aturan lalulintas ternak”

Saat ditanya alasan di tengah wabah, Kabid menambahkan:
“Dan itu kebutuhan masyarakat Nias Barat”

Soal pencegahan ASF, Kabid menyatakan:
“Kita selalu menghimbau Pak peningkatan BIOSECURITY”

Namun ketika diminta data dokumen KH-11/KH-12, Kabid belum menjawab rinci dan hanya bilang:
“Kita pelajari aja dulu Pak”

Diduga langgar UU Karantina
Kedatangan truk ini diduga bertentangan dengan *UU No.21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan*. Aturan itu mewajibkan pemeriksaan, karantina, dan sertifikat kesehatan saat wabah.

Warga mempertanyakan standar ganda.
“Kami disuruh jangan beli babi dari luar karena takut ASF. Lah ini kok ada truk masuk katanya untuk Bupati,” ujar salah seorang warga.

Desak Pemda buka data Warta.in mendesak Pemkab Nias Barat dan Karantina Pertanian Gunungsitoli segera membuka data legalitas truk BE 0265 HW.

Sesuai UU No.14/2008 tentang KIP, publik berhak tahu asal-usul dan status kesehatan ternak yang masuk saat darurat wabah.

Catatan: Warta.in menjunjung asas praduga tak bersalah. Ruang hak jawab dibuka 1×24 jam.

`Reporter: Tim

Editor: SH

Berita Terkait