Pangururan, warta.in – Nama Pahala Tua Simbolon bukan nama yang asing dalam dinamika sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Samosir. Sosok yang dikenal sebagai tokoh masyarakat ini pernah terlibat dalam berbagai kegiatan publik dan politik di Samosir, khususnya di kawasan Pangururan.
Pahala Tua Simbolon hadir di acara pernikahan boru Simbolon dan Sihombing yang diadakan di areal Terminal Onan Baru Pangururan pada Sabtu 3/10/2026, bersama rombongan hula hula pengantin yaitu keluarga besar Simbolon. Pahala Tua Simbolon mengenakan stola ulos yang disampirkan di leher, sebuah penampilan yang memperlihatkan kuatnya suasana adat dan kebersamaan masyarakat Batak dalam kegiatan tersebut.
Pernah menjadi anggota DPRD Samosir
Catatan publik Pahala Tua Simbolon pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Samosir periode 2009–2014 dari daerah pemilihan Samosir 1 melalui PDI Perjuangan.Jejak tersebut menunjukkan bahwa kiprah Pahala Tua Simbolon tidak hanya berada dalam ruang sosial, tetapi juga pernah bersentuhan langsung dengan institusi pemerintahan dan politik daerah.
Dari Pangururan, aktif dalam dinamika pembangunan Samosir
Nama Pahala Tua Simbolon juga muncul dalam pemberitaan mengenai perjalanan politik Kabupaten Samosir.
Pada Pilkada Samosir 2020, ia diberitakan sebagai ketua tim pemenangan pasangan Vandiko Timotius Gultom–Martua Sitanggang di Kabupaten Samosir. Dalam pemberitaan tersebut, Pahala Tua menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya generasi muda mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Pada Pilkada Samosir 2024, Pahala Tua Simbolon kembali diberitakan sebagai ketua tim pemenangan Vandiko-Ariston. ANTARA mencatat keterangannya ketika pasangan tersebut mendaftar ke KPU Samosir.
Tokoh masyarakat yang tetap hadir di tengah warga
Pada kegiatan launching Galeri UMKM HKBP Distrik VII Samosir di Pangururan pada Desember 2022, Pahala Tua Simbolon tercatat sebagai salah satu tokoh masyarakat yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan pelaku UMKM. Berbagai usaha yang dimiliki berada di Pangururan, antara lain toko bangunan, kafe, pencucian mobil
Stola Ulos, kebersamaan dan identitas masyarakat Batak
Stola Ulos yang dikenakan Pahala Tua Simbolon pada acara adat pernikahan Sihombing dan boru Simbolon, menjadi bagian dari simbol budaya Batak
Di situlah seorang tokoh masyarakat tidak hanya dilihat dari jabatan atau masa lalunya, tetapi juga dari kehadiran dan relasinya dengan masyarakat.
Pahala Tua Simbolon sendiri memiliki rekam jejak publik yang cukup panjang: pernah duduk di DPRD Samosir, terlibat dalam kegiatan politik daerah, disebut sebagai tokoh masyarakat, dan tetap muncul dalam berbagai kegiatan sosial di Pangururan.
Pangururan sebagai ruang pengabdian
Bagi masyarakat Samosir, khususnya Pangururan, perjalanan seorang tokoh lokal selalu menjadi bagian dari perjalanan daerah itu sendiri.
Pahala Tua Simbolon merupakan salah satu nama yang tercatat dalam perjalanan tersebut. Dari ruang politik hingga kegiatan kemasyarakatan, namanya beberapa kali muncul dalam catatan publik yang berkaitan dengan Kabupaten Samosir (red)



























