Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Melintasi 5 Era Pengelolaan: Menengok Transformasi Modern Pertamina EP Adera Field Sejak 1959.

Warta.in//PALI, 17 September 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4 terus memperkukuh posisinya sebagai salah satu pilar utama penopang kedaulatan energi nasional. Melalui salah satu aset andalannya, Pertamina EP (PEP) Adera Field, perusahaan sukses mengintegrasikan kekuatan sejarah pengelolaan yang panjang, transformasi struktur organisasi, ketajaman strategi logistik, serta agresivitas program kerja pemboran di lapangan.

Kombinasi strategi masif dari hulu ke hilir ini membuahkan hasil yang gemilang pada kuartal ketiga tahun 2026. Pertamina EP Adera Field berhasil mencatatkan lonjakan produksi minyak dan gas bumi (migas) yang signifikan, yang dibarengi dengan raihan sederet penghargaan bergengsi di tingkat nasional atas kepatuhan lingkungan dan keselamatan kerja.

Sebagai bentuk transparansi operasional dan penguatan sinergi bersama pemangku kepentingan, manajemen PHR Zona 4 juga menggelar kegiatan Media Field Trip Zona 4 di wilayah operasional Adera Field, tepatnya di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI. Kegiatan ini mengajak awak media melihat langsung pusat integrasi logistik, fasilitas produksi, serta program pemberdayaan masyarakat yang menjadi roda penggerak ketahanan energi regional.

Narasumber di Balai Ria
- Ibnu Affan, Pjs Manager Pertamina EP Adera Field

Pjs Manager Pertamina EP Adera Field, Ibnu Affan, menyampaikan, “Capaian kumulatif produksi per Agustus 2026 serta keandalan interkoneksi pipa TAP Group ini mempertegas peran krusial Adera Field sebagai penopang utama energi nasional. Melalui kunjungan lapangan bersama rekan-rekan media hari ini di Desa Pengabuan, kami ingin memperlihatkan secara transparan bagaimana teknologi, kerja keras perwira Pertamina, dan dukungan masyarakat berpadu untuk menekan laju penurunan produksi alami (natural decline) sekaligus membuka potensi sumur baru [1].

”Senada dengan hal tersebut, Heru Riswanto selaku Superintendent HSSE Operations Pertamina EP Adera Field menegaskan pentingnya aspek perlindungan kerja di hadapan para media yang hadir di Balai Ria. “Lonjakan produksi yang masif dan agresivitas penggunaan puluhan rig di Zona 4 ini tidak boleh mengorbankan keselamatan. Kami di jajaran HSSE memastikan kepatuhan penuh terhadap standar operasional yang ketat, agar target pencapaian produksi berjalan selaras dengan zero accident, demi mewujudkan komitmen sejati Energi untuk Negeri dengan landasan nilai Komitmen, Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan,” pungkas Heru.

Dalam sesi pemaparan operasional komprehensif yang digelar di Balai Ria sebagai bagian dari rangkaian field trip tersebut, manajemen Pertamina EP Adera Field menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, integrasi teknologi hulu, serta penerapan budaya keselamatan kerja yang ketat di seluruh lini depan produksi.

Transformasi Sejarah dan Penguatan Portofolio Zona 4 Beroperasi di wilayah administratif Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Adera Field memiliki rekam jejak historis yang sangat dinamis dalam industri hulu migas Indonesia sejak pertama kali dikomersialkan pada tahun 1959. Lapangan ini telah melintasi berbagai era kepemilikan, mulai dari era PT Stanvac Indonesia (1959–1983), masa transisi ke PN Pertamina (1983–1998), skema Joint Operating Body bersama Halliburton (1998–2002), kemitraan swasta nasional dengan PT Lekom Maras (2002–2009), hingga kembali dikelola mandiri oleh PT Pertamina EP (2009–2021). Kini, sejak tahun 2021, Adera Field resmi bertransformasi di bawah naungan manajemen PHR Regional Sumatera Zona 4 sejalan dengan restrukturisasi Subholding Upstream Pertamina.

Sebagai entitas induk, wilayah kerja PHR Regional Sumatera Zona 4 mengelola portofolio aset yang masif di 2 Provinsi dan 9 Kabupaten/Kota. Zona 4 saat ini mengelola 7 Field Operasi (termasuk Prabumulih, Adera, Ramba, Limau, dan Pendopo Field), 2 Field Non-Operasi, serta memperluas sinergi melalui kemitraan dengan 16 Kerja Sama Operasi (KSO). Kekuatan raksasa ini disokong oleh eksistensi 68 Struktur aktif, 22 Struktur Gas, serta ketahanan cadangan yang solid sebesar 66 MMBOE Cadangan Minyak dan 562 BSCF Cadangan Gas Bumi. Penanganan komprehensif pada fasilitas permukaan (surface facility) seperti mitigasi matured reservoir, tata kelola air (water handling), serta penanganan korosi (scale) menjadi kunci utama efisiensi biaya operasional (operating cost) di seluruh lapangan.

Bentang Fasilitas Terintegrasi dan Jaringan Logistik TAP Group di Desa Pengabuan Mengusung tema “Sinergi Potensi, Mengalirkan Energi, Membangun Masa Depan”, operasional hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Adera Field terbentang luas melintasi 6 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan. Produksi ini bertumpu pada 7 Struktur Utama (Abab, Dewa, IBT, Pengabuan, Raja, Benuang, dan Serdang) yang mengaktifkan total 12 Fasilitas Produksi Terintegrasi, mulai dari Stasiun Pengumpul (SP), Stasiun Pengumpul Utama (SPU), SP Mini, Pusat Penampungan Produksi (PPP), Stasiun Kompresor Gas (SKG), hingga fasilitas metering.

Melalui momen Media Field Trip di Desa Pengabuan, para jurnalis berkesempatan meninjau langsung Pusat Penampungan Produksi (PPP) Pengabuan, yang memegang peranan vital dalam Skematik Pengiriman Minyak TAP Group. Fasilitas ini menjadi titik krusial yang mengonsolidasikan distribusi fluida dari SP Raja Barat, SP Abab, dan KSO PEP–OD Lirik Talang Gula. Minyak mentah yang terkumpul kemudian dialirkan melalui pipa utama berdiameter 8 inci sepanjang ± 24,1 km menuju fasilitas SPG Dewa sebelum diteruskan ke Stasiun Metering KM 3 Plaju menuju kilang Refinery Unit (RU) III Plaju di Palembang.

Sementara itu, untuk sektor gas bumi, energi didistribusikan melalui SKG Cambai serta GMS 10 PGN Prabumulih Field untuk memenuhi kebutuhan gas kota dan industri regional. Di sela-sela kunjungan lapangan di Desa Pengabuan, media juga disuguhkan bukti nyata integrasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang tumbuh harmonis berdampingan dengan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Agresivitas Pemboran dan Rekor Pertumbuhan Produksi Untuk mengawal target besar ini, jajaran kepemimpinan front-line Adera Field diperkuat oleh formasi manajemen taktis baru di bawah koordinasi Senior Manager Production Zona 4. Posisi Pjs Manager Pertamina EP Adera Field saat ini diemban oleh Ibnu Affan, didukung oleh perwira strategis seperti M. Hafiz Alkaf (Petroleum Engineering) dan Rahadi putra (Well Services).Ketajaman manajemen ini langsung dibuktikan lewat pengerahan total 54 Rig di lingkup Zona 4. Khusus di Adera Field, operasional lapangan ditopang secara agresif oleh 42 Rig Eksisting dan 12 Rig Sumur Baru, mencakup 5 unit Rig Bor dan 4 unit Rig WOWS (Well Work & Well Services) aktif guna mengejar rencana kerja volume sumur yang tinggi.

Kerja keras tersebut membuahkan rekor pertumbuhan performa produksi energi yang gemilang hingga Year-to-Date (Ytd) Agustus 2026:Produksi Minyak Bumi (OIL): Berhasil menembus rata-rata 3.840 BOPD, mencatatkan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 24,1% dihitung sejak tahun 2022 yang saat itu berada di posisi 1.625 BOPD.Produksi Gas Bumi (GAS): Melesat optimal hingga mencapai angka 24,43 MMSCFD, mengunci pertumbuhan CAGR sebesar 19,4% dari realisasi tahun 2022 yang sebesar 11,99% MMSCFD.

Komitmen ESG dan Keselamatan Kerja Lompatan produksi ini berjalan beriringan dengan komitmen tata kelola lingkungan, sosial, dan keselamatan kerja (ESG). Pertamina EP Adera Field berhasil memanen deretan penghargaan prestisius tingkat nasional, di antaranya Peringkat PROPER Hijau dari KLHK atas pengelolaan lingkungan di atas standar kepatuhan hukum (beyond compliance), Subroto Award Bidang Efisiensi Energi (PSAE) dari Kementerian ESDM RI, serta Gold Award Economic Empowerment pada Indonesia Green Awards (IGA) untuk pemberdayaan masyarakat. Di bidang keselamatan, perusahaan dianugerahi Penghargaan Patra Nirbhaya Karya atas pencapaian jam kerja aman tanpa kecelakaan operasional (zero accident).

PT Pertamina Hulu Rokan Regional Sumatera Zona 4 Pertamina EP Adera Field.

 

Rilis: Randi

Berita Terkait