Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Napak Wates #5 Purwakarta Tracker Resmi Dibuka Bupati Om Zein, Ribuan Tracker Meriahkan Hari Jadi Purwakarta

Warta.in, Purwakarta – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap alam mewarnai pelaksanaan Napak Wates #5 Purwakarta Tracker yang dipusatkan di kawasan Cikao Park, Kabupaten Purwakarta, Minggu (19/07).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 ini secara resmi dibuka oleh Bupati Purwakarta, Om Zein.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kapolres Purwakarta, Dandim 0619/Purwakarta, unsur Forkopimda, para tamu undangan, komunitas pecinta trail, serta ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejak pagi hari, kawasan Cikao Park dipadati ribuan motor trail yang berasal dari berbagai klub dan komunitas. Antusiasme peserta begitu tinggi sehingga menjadikan Napak Wates #5 sebagai salah satu agenda otomotif terbesar yang digelar di Purwakarta tahun ini.

Ketua panitia pelaksana, Iwan Kiwonk menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh ribuan tracker dari berbagai provinsi di Indonesia. Selama satu hari penuh, peserta akan menempuh rute yang mengelilingi berbagai wilayah di Kabupaten Purwakarta dengan melintasi jalur perbukitan, hutan, pedesaan, hingga kawasan perbatasan.

“Alhamdulillah antusiasme peserta sangat luar biasa. Ribuan tracker hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta, TNI, Polri, seluruh sponsor, masyarakat di sepanjang jalur, serta seluruh rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Iwan Kiwonk.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpecinta trail, tetapi juga mampu memperkenalkan potensi wisata alam, budaya, dan desa-desa di Kabupaten Purwakarta kepada peserta yang datang dari luar daerah.

Senada dengan itu, Ketua Purwakarta Tracker, Fuji Prianto, mengatakan Napak Wates merupakan agenda rutin komunitas Purwakarta Tracker yang pada tahun 2026 mendapat kehormatan menjadi bagian dari rangkaian resmi Hari Jadi Purwakarta.

Menurutnya, Purwakarta Tracker saat ini menjadi salah satu komunitas trail terbesar di Jawa Barat dengan 57 klub aktif dan sekitar 2.400 anggota yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Alhamdulillah tahun ini Napak Wates kembali menjadi bagian dari Hari Jadi Purwakarta. Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena kegiatan yang dulu pernah digagas saat Bapak H. Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta kini kembali dilanjutkan oleh Bupati Purwakarta, Om Zein. Artinya, semangat untuk mengenalkan wilayah Purwakarta melalui kegiatan positif tetap terjaga,” kata Fuji.

Ia menambahkan, Napak Wates bukan sekadar kegiatan olahraga otomotif, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antartracker dari seluruh Indonesia sekaligus mempromosikan keindahan alam Purwakarta.

Napak Wates, Menyusuri Batas Wilayah dengan Makna Filosofis yang Mendalam

Tema “Napak Wates” memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar melintasi jalur ekstrem menggunakan motor trail. Secara harfiah, napak berarti menelusuri atau menapak, sedangkan wates dalam bahasa Sunda berarti batas wilayah.

Filosofi tersebut mengandung pesan bahwa setiap peserta diajak mengenali, menjaga, dan mencintai seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta, termasuk kawasan-kawasan perbatasannya.

Dengan menyusuri batas-batas daerah, peserta tidak hanya menikmati tantangan medan, tetapi juga menyaksikan langsung kekayaan alam, potensi pertanian, budaya, hingga kehidupan masyarakat yang berada di pelosok Purwakarta.

Napak Wates menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan, memiliki nilai penting yang harus dijaga bersama.
Kegiatan ini juga mengandung semangat persatuan. Meski peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang berbeda, semuanya dipersatukan dalam semangat persaudaraan, sportivitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap Kabupaten Purwakarta.

Efek Domino bagi Perekonomian Masyarakat

Selain menjadi ajang wisata olahraga, Napak Wates #5 juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Bila dihitung secara sederhana, dengan sedikitnya 2.000 peserta dan setiap peserta mengeluarkan rata-rata Rp300 ribu untuk kebutuhan makan, minum, bahan bakar, penginapan, suvenir, hingga kebutuhan lainnya selama berada di Purwakarta, maka sedikitnya Rp600 juta uang berputar hanya dalam satu hari penyelenggaraan.

Perputaran uang tersebut langsung dirasakan oleh pedagang kuliner, pelaku UMKM, warung kelontong, penjual oleh-oleh, bengkel, tempat pencucian motor, SPBU, hotel, penginapan, hingga masyarakat yang membuka lahan parkir.
Belum termasuk transaksi yang dilakukan oleh keluarga peserta, tim pendukung, panitia, sponsor, maupun wisatawan yang datang untuk menyaksikan acara. Nilai ekonomi riil diperkirakan jauh lebih besar daripada hitungan tersebut.

Inilah yang dikenal sebagai efek domino ekonomi, di mana satu kegiatan berskala besar mampu menggerakkan banyak sektor usaha secara bersamaan. Semakin banyak peserta yang hadir, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Napak Wates #5 pun membuktikan bahwa olahraga otomotif tidak hanya menjadi sarana penyaluran hobi dan silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi instrumen promosi wisata, memperkuat citra Purwakarta sebagai daerah tujuan wisata petualangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Napak Wates #5, Purwakarta kembali menunjukkan kemampuannya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional yang tidak hanya membangun semangat kebersamaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (ds)

Berita Terkait