31.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 8, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Dusun Kebon Cau Membara! Warga Gerudug Kandang Ayam BUMDes Ciasem Baru, Tuntut Relokasi Harga Mati!

Dusun Kebon Cau Membara! Warga Gerudug Kandang Ayam BUMDes Ciasem Baru, Tuntut Relokasi Harga Mati!

​SUBANG | Warta In Jabar – Kesabaran warga Dusun Kebon Cau akhirnya mencapai titik nadir. Ratusan warga melancarkan aksi “gerudug” ke lokasi kandang ayam milik BUMDes Ciasem Baru pada Kamis (016/04/2026). Aksi ini dipicu oleh kemarahan warga yang merasa wilayahnya dijadikan “tempat pembuangan” masalah lingkungan setelah kandang tersebut diusir dari Dusun Babakan.

​Warga menilai pengelola BUMDes Ciasem Baru telah melakukan tindakan sembrono dengan memindahkan operasional kandang ayam ke bekas kandang sapi di wilayah Kebon Cau. Bukannya membawa kesejahteraan, kehadiran unit usaha desa ini justru membawa “teror” berupa bau busuk yang menyengat dan ledakan populasi lalat yang masuk ke rumah-rumah warga.

​”Kami merasa ditumbalkan! Di Dusun Babakan kandang ini didemo karena tidak terawat dan bau, lalu kenapa justru dipindahkan ke dekat pemukiman kami? Ini bukan relokasi, ini penghinaan terhadap kesehatan warga Kebon Cau!” teriak salah satu koordinator aksi di lokasi.

​Aksi geruduk tersebut sempat memanas saat warga berhadapan langsung dengan Ketua BUMDes Ciasem Baru, Ariq. Namun, diskusi di lapangan berjalan alot dan menemui jalan buntu. Ariq dianggap tidak mampu memberikan jaminan konkret kapan kandang tersebut akan dikosongkan.

​Kondisi kandang yang sangat dekat dengan rumah penduduk membuat warga khawatir akan munculnya wabah penyakit. Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur hingga kandang ayam tersebut benar-benar ditutup atau dipindahkan ke lokasi yang jauh dari jangkauan pemukiman.

​”Hasil pertemuan hari ini nol besar! Ketua BUMDes hanya bicara tanpa bukti. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, jangan salahkan warga jika kami melakukan aksi yang lebih besar dan menutup paksa akses ke kandang ini,” ancam warga lainnya.

​Kasus ini menjadi potret buruk tata kelola BUMDes Ciasem Baru yang lebih mementingkan profit daripada etika lingkungan dan sosial. Warga menuntut Bupati Subang dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi kinerja pengelola BUMDes dan mencabut izin operasional kandang yang terbukti melanggar aturan jarak minimal pemukiman.

​Hingga berita ini dimuat, bau menyengat masih menyelimuti Dusun Kebon Cau, dan warga menyatakan status “siaga” jika tuntutan mereka tetap diabaikan.

Berita Terkait