33.1 C
Jakarta
Kamis, Mei 14, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

“RING SATU” ATAU CALO JABATAN? Nama Bupati Mukomuko Disebut-sebut untuk Imingi Kerja, Korban Mulai Buka Suara

“RING SATU” ATAU CALO JABATAN? Nama Bupati Mukomuko Disebut-sebut untuk Imingi Kerja, Korban Mulai Buka Suara

MUKOMUKO — Aroma dugaan praktik percaloan kerja berkedok “orang dekat kekuasaan” mulai menyeruak di Kabupaten Mukomuko. Nama pejabat, lingkaran dekat Bupati, hingga jaringan internal salah satu OPD disebut-sebut dijadikan alat untuk meyakinkan masyarakat agar menyerahkan uang dengan janji bisa meloloskan pekerjaan di lingkungan pemerintahan maupun perusahaan tertentu.
Yang lebih mengejutkan, dugaan permainan ini bukan lagi sekadar bisik-bisik warung kopi. Informasi yang dihimpun menyebut, sudah ada korban yang mengaku menyerahkan uang hingga puluhan juta rupiah demi harapan mendapatkan pekerjaan.

Modus yang digunakan disebut sangat meyakinkan. Oknum tersebut diduga mengaku sebagai wartawan sekaligus orang dekat lingkaran elite kekuasaan daerah. Kepada calon korban, ia disebut-sebut membawa nama Bupati Mukomuko, mengklaim dekat dengan “ring satu”, bahkan mengaitkan diri dengan sejumlah tokoh dan pejabat strategis di lingkungan Pemkab Mukomuko.

Korban dijanjikan bisa masuk kerja sebagai pegawai bank, satpam perbankan, pegawai swasta, hingga peluang meloloskan formasi tertentu di lingkungan pemerintahan daerah seperti PPPK maupun jabatan-jabatan non-ASN lainnya.
“Bahasanya sangat meyakinkan. Seolah semua jalur bisa diatur karena dekat dengan orang-orang penting di pemerintahan,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ironisnya lagi, korban terbaru justru disebut berasal dari kalangan rekan seprofesi sendiri.

Informasi yang beredar, seorang wartawan meminta bantuan kepada oknum tersebut agar keluarganya dapat diterima bekerja di salah satu usaha swasta di Kabupaten Mukomuko.

Tak tanggung-tanggung, korban mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp15 juta sebagai syarat “pengurusan”. Namun setelah uang diterima, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung jelas. Belakangan, nomor kontak oknum tersebut dikabarkan sudah tidak aktif dan diduga memblokir komunikasi korban.
“Awalnya komunikasi lancar. Setelah uang diberikan, mulai sulit dihubungi. Sekarang nomor sudah tak bisa lagi dihubungi,” ujar sumber lain.

Kondisi ini mulai memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: apakah benar ada oknum-oknum yang selama ini “nebeng nama kekuasaan” demi mencari keuntungan pribadi?
Publik juga mulai menyoroti bagaimana nama Bupati Mukomuko dan lingkaran pemerintahan dengan mudah dicatut untuk meyakinkan masyarakat. Jika benar ada praktik seperti ini, maka persoalannya tidak lagi sekadar dugaan penipuan biasa, tetapi juga mencoreng wibawa pemerintahan daerah.

Pengamat sosial di Mukomuko menilai, Pemkab tidak boleh diam apabila nama kepala daerah terus dijadikan “jualan” oleh pihak tertentu untuk mengiming-imingi masyarakat.
“Kalau benar ada oknum membawa-bawa nama ring satu bupati untuk menjanjikan pekerjaan, ini berbahaya. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa rusak,” ujarnya.

Desakan agar aparat penegak hukum turun tangan pun mulai menguat. Masyarakat meminta dugaan praktik percaloan dan penipuan berkedok kedekatan dengan pejabat daerah dibongkar secara terang-benderang agar tidak semakin banyak korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut-sebut dalam dugaan praktik tersebut.

Namun isu ini mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan media sosial Kabupaten Mukomuko. (TIM/Redaksi)

Berita Terkait