Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gubyag Balong Warnai Safari Cinta Pamuka Lawang Hari Jadi, Sederhana Makna Bintang Lima

Warta.in, Purwakarta – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 berlangsung meriah. Salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat adalah kegiatan “Safari Cinta” Pamuka Lawang Runtuyan Hari Jadi yang digelar di Balong Lembur Harepan, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (13/06).

Kegiatan yang dipusatkan di Balong Lembur Harepan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Purwakarta, Om Zein, yang secara simbolis membuka acara Gubyag Balong bersama masyarakat.

Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Mereka berbaur tanpa sekat, menikmati suasana kebersamaan yang penuh kegembiraan dan kekeluargaan.

Bupati Purwakarta, Om Zein, menegaskan bahwa rangkaian Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk semakin memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pelestarian tradisi serta budaya lokal.

Dalam tradisi masyarakat Sunda, Gubyag Balong memiliki makna yang sangat dalam. Secara filosofis, kegiatan menangkap ikan bersama-sama di dalam balong melambangkan semangat gotong royong, kebersamaan, persatuan, dan kesetaraan sosial.

Di dalam balong, seluruh peserta turun ke air tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Semua membaur menjadi satu, menggambarkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

Tradisi ini juga menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan serta harapan akan keberkahan & kesejahteraan bagi masyarakat Purwakarta.

Selain itu, Gubyag Balong mengandung pesan penting tentang hubungan manusia dengan alam. Balong yang menjadi sumber kehidupan harus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan lingkungan yang berkelanjutan.

Kehadiran langsung Bupati Om Zein di tengah-tengah masyarakat menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bersama rakyat dalam setiap momentum penting.

Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat berinteraksi secara langsung dengan pemimpinnya tanpa batasan formalitas. Kebersamaan yang tercipta memperlihatkan semangat kepemimpinan yang membumi dan dekat dengan rakyat.

“Safari Cinta” menjadi refleksi bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan ikatan sosial, budaya, dan rasa memiliki terhadap daerah.

Kemeriahan tidak berhenti pada siang hari saja, malam harinya masyarakat kembali disuguhkan dengan Safari Budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Purwakarta.

Acara tersebut akan semakin semarak dengan kehadiran seniman Sunda ternama Ohang dan Ceu Popon juga Emka PW yang siap menghibur masyarakat melalui penampilan khas yang penuh humor dan kearifan lokal. Kehadiran keduanya diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menguatkan nuansa budaya Sunda dalam perayaan hari jadi tahun ini.

Safari Budaya menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemimpin dan rakyatnya

Melalui rangkaian kegiatan Safari Cinta dan Safari Budaya, peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya, menjaga tradisi leluhur, serta meneguhkan kedekatan antara pemimpin dan rakyat dalam semangat “Ngurus Lembur, Nata Kota, Purwakarta Istimewa.”

Berita Terkait