Nias Barat, Warta.in –nformasi Yang Sedang Viral Di Sosial Media Yang Dihimpun Oleh Media Warta.in.Pengelolaan Dana Desa Sihareo, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Menjadi Sorotan Warga.
Persoalan Mencuat Dari Program Ketahanan Pangan Berupa Pengadaan Bibit Ikan Lele Dan Tenda, Alokasi Dana Desa Tahun 2025, Serta Permodalan BUMDes.
Pj Kades Klaim Aman
Saat Dikonfirmasi, Pj Kepala Desa Sihareo Yasanema Gulo Menjawab Singkat Melalui Pesan Tertulis: “No Aman Dan No Mahalo Wamatuno Mege Siang Pemdes Bersama BPD Dan Sepakat Juga Dalam Hal Pelaksanaan Tahap 2.”
Jawaban Itu Dinilai Belum Menjelaskan Rincian Jumlah Bibit, Harga Satuan, Dan Spesifikasi Tenda.
Hitungan Rp126 Juta Dan Bibit Disorot
Dari Informasi Yang Beredar Di Facebook, Muncul Estimasi 105 KK Penerima, Masing-Masing 300 Ekor Bibit Lele Seharga Rp3.000 Dan Satu Tenda 2×3 Meter Seharga Rp300.000.
Total Estimasi: Bibit Rp94.500.000 + Tenda Rp31.500.000 = Rp126.000.000. Angka Ini Masih Estimasi Dan Perlu Dicocokkan Dengan RAB Dan Laporan Resmi.
Akun Rido Rido Menyoroti Dugaan Jumlah Bibit Dari 400 Ekor Menjadi 300 Ekor. Akun S. Gyan Gulo Gyan Yang Mengaku Anggota BPD Sihareo Mempertanyakan Kualitas Bibit Dan Harga Tenda.
Dana Desa Rp864 Juta Dan BUMDes Nihil
Desa Sihareo Tercatat Peroleh Alokasi Dana Desa 2025 Sebesar Rp864.028.000. Nilai Ini Adalah Alokasi, Realisasi Belanjanya Belum Terverifikasi.
Warga Juga Menyoroti Permodalan BUMDes: “Hasilnya Nihil Sejak 2025,” Ujar Warga. Keterangan Ini Masih Membutuhkan Klarifikasi Pengurus BUMDes.
Bupati Dan Inspektorat Diminta Turun Tangan
Warga Menuntut Bupati Nias Barat, Inspektorat, Dan Dinas PMD Untuk Melakukan Pemeriksaan Terbuka Terkait Kesesuaian Bibit, Pengadaan Tenda, Realisasi Dana Desa, Dan Pertanggungjawaban BUMDes.
Warta.in Membuka Ruang Hak Jawab Bagi Pj Kades, BPD, BUMDes, Bupati, PMD, Dan Inspektorat.
Sumber: Himpunan Informasi Viral Sosmed Oleh Warta.in | Referensi: Tim Warta.in





























