Warta.in//PALI -, Langkah senyap namun progresif yang diambil oleh Bupati PALI, Asgianto, dalam mengejar ketertinggalan dan mengatasi guncangan badai fiskal di Bumi Serepat Serasan kini mulai menampakkan hasil nyata. Keberhasilan strategis Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menggolkan kontrak pengelolaan sumur minyak Pertamina dinilai sebagai lompatan besar yang tidak sekadar menjadi pemuas dahaga retorika belaka.

Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa di balik ketenangannya, Bupati Asgianto bergerak cepat menjemput potensi pendapatan yang selama ini terpendam, demi menyelamatkan dan membangun kembali fondasi ekonomi daerah yang sempat goyah.
Saat dikonfirmasi oleh Tim media pada Kamis (18/7/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Aryansyah, memberikan pernyataan normatif sekaligus memaparkan proyeksi strategis terkait dampak lingkungan dan kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Secara normatif, kami di Dinas Lingkungan Hidup bertugas untuk memastikan bahwa setiap jengkal kebijakan kepala daerah dalam pemanfaatan energi tetap berjalan beriringan dengan regulasi kelestarian lingkungan hidup. Langkah yang diambil oleh Bapak Bupati Asgianto bukan sekadar mengejar keuntungan finansial daerah, melainkan sebuah manifestasi tanggung jawab jangka panjang untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan perlindungan ekologi,” ujar Aryansyah kepada Tim media.
Proyeksi Dampak Lingkungan: Komitmen Hijau di Sektor Migas
Fokus pada proyeksi dampak operasional, Aryansyah menegaskan bahwa pengelolaan sumur minyak ini akan menjadi proyek percontohan di mana eksploitasi energi tidak harus mengorbankan alam. DLH PALI akan mengawal ketat seluruh proses operasional agar meminimalisasi risiko pencemaran dan memaksimalkan pemulihan fungsi lingkungan.
Saat diwawancarai mengenai mitigasi ekologis tersebut, Aryansyah memberikan penegasan langsung:
“Mengenai proyeksi dampak lingkungan, kami sudah merancang sistem pengawasan yang berlapis. Kita tidak ingin investasi ini menyisakan persoalan lingkungan bagi anak cucu kita. Justru dengan keterlibatan langsung Pemkab PALI, kita memiliki kendali penuh untuk menerapkan standar pengelolaan limbah dan perlindungan ekosistem yang jauh lebih ketat, transparan, dan terukur secara lokal di lapangan.”
Akselerasi PAD untuk Kemandirian Daerah: Potensi 80 hingga 200 Miliar Rupiah
Terkait dengan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Aryansyah menjelaskan bahwa pengelolaan aset sumur minyak ini akan menjadi pilar baru yang sangat kokoh dalam menopang struktur APBD PALI. Keberhasilan diplomasi ekonomi ini diproyeksikan mampu mendongkrak PAD secara signifikan dalam beberapa periode ke depan tanpa harus membebani masyarakat.
Aryansyah menguraikan proyeksi finansial fantastis tersebut dengan penuh optimistis:
“Terkait proyeksi PAD, sumur minyak Pertamina ini akan menjadi mesin baru bagi kemandirian fiskal PALI. Potensi pendapatan daerah yang bisa kita amankan berada di kisaran delapan puluh hingga dua ratus miliar rupiah. Pendapatan yang dihasilkan dari pengelolaan mandiri ini sepenuhnya akan dikembalikan ke daerah untuk membiayai program-program kerakyatan, mempercepat pembangunan infrastruktur yang tertunda, serta meningkatkan layanan publik yang langsung menyentuh urat nadi perekonomian masyarakat bawah.”
Menepis Badai, Mewujudkan Bukti bukan “Omon-Omon”
Langkah berani ini sekaligus mengaitkan keberhasilan Pemkab PALI dengan laporan Tim media sebelumnya. Ketika daerah ini diguncang badai fiskal yang berat, Bupati Asgianto terbukti tidak bersembunyi dari kenyataan. Di balik kesenyapan gerakannya, sang Bupati justru terbang langsung menjemput potensi pendapatan luar biasa untuk dibawa pulang ke PALI.
Kerja keras tersebut diterjemahkan dengan sangat baik oleh Dinas Lingkungan Hidup PALI yang sukses mengeksekusi visi tersebut hingga kontrak sumur minyak resmi disepakati. Menutup wawancaranya, Aryansyah menekankan pentingnya pembuktian nyata ini:
“Ini adalah jawaban konkret atas keraguan publik. Apa yang diperjuangkan Bapak Bupati di Jakarta bersama jajaran adalah kerja nyata yang terencana secara matang, bukan sekadar janji-janji manis atau omon-omon politik di permukaan. Keberhasilan mengamankan kontrak pengelolaan dengan potensi mencapai ratusan miliar rupiah ini menempatkan PALI di titik balik menuju daerah yang mandiri secara energi dan finansial.”
https://Warta.in
Bupati PALI Asgianto bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup PALI Aryansyah, Direktur Utama PT PAS Mairil Afrianto, beserta jajaran saat menghadiri rapat strategis bersama PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 di Jakarta, Rabu (10/6/2026), guna membahas percepatan tata kelola sumur minyak demi mendongkrak PAD dan menjaga kelestarian lingkungan daerah.
Muhamad Randi (Tim)






























