30.2 C
Jakarta
Jumat, Maret 20, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Hujan Deras Sebabkan SDN Sukatani 1 Karawang Bocor, Disdik Diminta Turun

Hujan Deras Sebabkan SDN Sukatani 1 Karawang Bocor, Disdik Diminta Turun

Karawang, Cilamaya Wetan | Warta In Jabar — Kondisi bangunan SDN Sukatani 1 yang beralamat di Dusun Gebang Malang, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kian memprihatinkan. Hujan deras yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, mengakibatkan hampir seluruh ruangan sekolah mengalami kebocoran.

Air hujan masuk melalui atap bangunan yang sudah lama rusak dan tidak pernah mendapatkan perbaikan serius. Akibatnya, proses kegiatan belajar mengajar terganggu, bahkan sejumlah siswa terpaksa tidak bisa mengikuti pembelajaran karena ruang kelas tergenang air.

Kepala SDN Sukatani 1, Umi Hani, S.Pd, mengaku sangat prihatin melihat kondisi sekolah yang dipimpinnya. Ia menyebut, kerusakan bangunan sudah terjadi sejak lama dan semakin parah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Semua ruangan bocor, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah. Yang paling parah di ruang kelas lima, air hujan masuk cukup deras,” ungkap Umi Hani.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, pihak sekolah secara tegas meminta perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang agar segera turun langsung meninjau kondisi sekolah.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang bisa melihat langsung kondisi sekolah kami dan segera mengambil langkah perbaikan. Sekolah ini sudah sangat membutuhkan penanganan serius,” tegasnya.

Selain kepada pemerintah daerah, pihak sekolah juga berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, khususnya program revitalisasi sekolah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Revitalisasi dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan layak.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas belajar di sejumlah ruang kelas masih terganggu setiap kali hujan turun, sementara pihak sekolah hanya bisa melakukan penanganan darurat untuk menahan rembesan air.

Berita Terkait