Warta.in, Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait mengajak para pelajar tingkat SMP dan sederajat untuk lebih memprioritaskan pendidikan dibandingkan menjalin hubungan asmara di usia remaja. Pesan tersebut disampaikannya saat kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang digelar di SMP Negeri 1 Mayang, Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026).
Di hadapan ribuan siswa SMP dan sederajat dari berbagai sekolah di Kecamatan Mayang, Gus Fawait menegaskan bahwa masa remaja merupakan waktu yang tepat untuk membangun karakter, memperkuat ilmu pengetahuan, serta mempersiapkan masa depan.
“Adik-adik SMP jangan pacaran dulu. Kenapa? Karena itu pasti didorong oleh nafsu,” tegas Gus Fawait di hadapan para siswa.
Pernyataan tersebut disambut suasana hening. Para siswa tampak menyimak dengan serius setiap pesan yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Jember itu.
Gus Fawait menjelaskan bahwa hubungan asmara di usia SMP berpotensi mengganggu konsentrasi belajar. Menurutnya, pacaran seharusnya menjadi bagian dari proses menuju kehidupan berumah tangga yang membutuhkan kesiapan usia, kematangan emosional, serta kemandirian ekonomi, bukan sekadar mengikuti tren pergaulan.
Ia mengingatkan bahwa pelajar masih memiliki perjalanan panjang dalam menempuh pendidikan. Karena itu, fokus utama mereka saat ini adalah menyelesaikan pendidikan dengan baik, melanjutkan ke jenjang SMA, MA, atau SMK, hingga berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain mengajak siswa untuk fokus belajar, Gus Fawait juga mengingatkan berbagai dampak negatif yang dapat muncul akibat pergaulan bebas dan pacaran di usia dini. Menurutnya, tidak sedikit remaja yang akhirnya terjerumus pada perilaku menyimpang, seperti merokok, mengakses konten yang tidak layak, hingga berisiko mengalami kehamilan di luar nikah yang dapat menghambat masa depan mereka.
Untuk memberikan motivasi kepada para siswa, Gus Fawait turut menghadirkan Direktur RSD Balung, dr. Andre Kusuma, Sp.BS, yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan menjadi seorang dokter spesialis bedah saraf.
Dalam pemaparannya, dr. Andre menjelaskan bahwa cita-cita menjadi dokter harus dipersiapkan sejak dini. Setelah lulus dari SMP atau MTs, siswa perlu melanjutkan ke SMA atau MA dan memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat memasuki kelas XI sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran.
Ia juga menceritakan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum, dirinya kembali melanjutkan pendidikan spesialis hingga meraih gelar Spesialis Bedah Saraf (Sp.BS).
Melalui kegiatan Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan edukasi dan motivasi bagi generasi muda agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik melalui pendidikan, disiplin, serta menjauhi perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri.































