Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Rotua Wendeilyna Simarmata, Expand Your Capacity, Ada Kesempatan Sudah Siap

RS Elisabeth Medan, warta.in – Sembari menunggu ayahanda OH Simarmata SH Opung Reiner Parlindungan yang alami syaraf kejepit di punggung dan sudah menjalar ke kaki kanan, yang dirawat inap, lalunmembaca “Kisah Si Ember Tua dan Hujan Emas” ini, menginspirasi Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) – mediator non hakim & paralegal untuk membagikannya agar memberi semangat kepada para pembaca media online ini

Di sebuah desa, ada 2 ember.

Ember Pertama kecil, penyok, dan isinya cuma setengah. Pemiliknya bangga. “Cukup lah buat nyiram tanaman.”

Ember Kedua dulu sama. Kecil juga. Tapi tiap hari dia minta diisi. Sampai retak. Sampai ditambal. Sampai akhirnya dia bilang ke tukang: “Bikin aku lebih besar.”

Suatu hari datang musim “Hujan Emas”. Setetes airnya bisa jadi rezeki setahun. Seluruh desa keluar bawa ember.

Hujan emas turun. Deras.

Ember Pertama buru-buru maju. “Aku siap!”
Tapi dalam 10 detik… penuh. Tetes berikutnya? Tumpah ke tanah. Sia-sia.
Pemiliknya marah ke langit: “Kenapa hujannya kebanyakan!”

Ember Kedua juga maju. Tapi dia beda.
Selama setahun terakhir dia latihan:
1. Dia belajar nampung lebih banyak→ dindingnya ditinggikan
2. Dia belajar nahan tekanan→ tambalan di perutnya bikin dia lebih kuat
3. Dia belajar bawa air buat orang lain → dikasih pegangan, jadi bisa dipikul berdua

Jadi saat hujan emas turun, dia tidak cuma penuh. Dia masih bisa nampung. Dan nampung.

Dan nampung.

Di akhir hujan, Ember Pertama pulang bawa setengah ember air. Capek. Kecewa. Menyalahkan hujan.

Ember Kedua pulang bawa 3 ember penuh. Satu untuk dirinya. Satu untuk desanya. Satu lagi dia bagikan ke tetangga yang embernya bocor.

Orang-orang mulai bertanya: “Kok kamu bisa?”
Ember Kedua jawab: “Aku tidak nunggu hujan emas datang. Aku memperbesar diriku dulu saat musim kemarau.”

Rezeki, jabatan, peluang, kepercayaan… itu semua seperti “Hujan Emas”.
Dia tidak akan menunggu embermu siap.
Dia akan datang deras. Dan yang punya kapasitas besar, dialah yang pulang paling kaya.

Sekarang tanya ke diri sendiri:

Kamu hari ini ember yang mana?

Kalau besok “Hujan Emas” datang dalam bentuk:
Proyek besar dari kantor…
Tawaran bisnis…
Kesempatan memimpin tim…
Apakah embermu akan tumpah? Atau akan menampung?

Jangan doakan hujan lebih kecil. Doakan embermu lebih besar.

Mulai hari ini, lakukan 1 hal untuk “menambal dan meninggikan” embermu:
1. Belajar 1 skill baru → tinggikan dinding ember
2. Ambil 1 tanggung jawab ekstra → kuatkan dasar ember
3. Bantu 1 orang tanpa pamrih → pasang pegangan di embermu

Karena dunia tidak kekurangan Hujan Emas.
Dunia hanya kekurangan ember yang siap menampungnya.

Expand Your Capacity. Saat Ada Kesempatan Sudah SIAP (Sumber : Wasito Adi Esensi Update Diri Community)

Berita Terkait