Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

LUKAS 6:31: PERLAKUKAN ORANG LAIN SEPERTI KITA INGIN DIPERLAKUKAN – PANGGILAN MENGASIHI MUSUH DAN SESAMA

Pangururan, warta.in – Injil Lukas pasal 6 ayat 31 berbunyi: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Ayat ini menjadi inti ajaran Yesus dalam khotbah-Nya tentang mengasihi musuh, yang mengajak setiap orang Kristen menempatkan diri di posisi orang lain sebelum bertindak, berbicara, atau mengambil keputusan.

Dalam ajaran ini, Yesus menegaskan: ketika kita berharap orang lain mengasihi, menghargai, bersikap adil, dan berbuat baik kepada kita, maka kewajiban kita adalah melakukan hal yang sama terlebih dahulu kepada mereka – sebagaimana kita menyayangi diri sendiri.

Standar kasih orang Kristen bukan sekadar mengasihi mereka yang juga mengasihi kita, sebab bahkan orang yang tidak mengenal Tuhan pun berbuat demikian. Apa keistimewaan iman kita di hadapan Tuhan dan dunia jika kasih kita hanya terbatas pada mereka yang menyayangi kita saja?

Lebih dari itu, mengasihi sesama – bahkan musuh – adalah bukti nyata cinta kita kepada Allah. Sebagaimana tertulis selanjutnya dalam ayat 35: “Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.” Tidak ada gunanya mengaku mengasihi Tuhan yang tidak kita lihat, jika hati kita tertutup dan tidak mau berbuat kasih kepada sesama yang kita lihat sehari-hari.

Ajaran ini mengajak kita hidup dengan prinsip “Aturan Emas”: jangan menyakiti apa yang tidak ingin disakiti pada diri kita; berikan penghargaan, kebaikan, kesabaran, dan pengampunan sebagaimana kita pun mendambakannya dari orang lain. Melalui sikap ini, kita mencerminkan sifat Allah yang penuh kasih dan murah hati kepada semua orang, tanpa memandang siapa mereka, dari mana asalnya, atau bagaimana perlakuan mereka kepada kita.

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, ajaran Lukas 6:31 bukan sekadar nasihat yang indah didengar, melainkan panggilan hidup nyata yang harus kita wujudkan dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, tetangga, maupun dalam pelayanan di gereja, mari kita selalu bertanya pada hati kita sendiri: “Apakah yang saya lakukan saat ini, perkataan yang saya ucapkan, atau sikap yang saya tunjukkan, adalah hal yang saya inginkan orang lain lakukan kepada saya?”

Ketika kita mampu menerapkan prinsip ini, kita tidak lagi mudah tersinggung, tidak cepat menghakimi, dan tidak mudah membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, kita akan menjadi pembawa damai, pembawa berkat, dan cahaya Kristus di tengah dunia yang sering kali penuh dengan perselisihan dan kepahitan hati. Ingatlah, kasih yang kita berikan tanpa pamrih, terutama kepada mereka yang mungkin tidak menyukai kita, adalah tanda bahwa kita benar-benar anak-anak Allah yang hidup, dan iman kita bukan sekadar kata-kata, melainkan kekuatan yang mengubah hidup serta menguatkan persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.

Semoga Roh Kudus memberi kita hati yang lembut, tekad yang kuat, dan keberanian untuk melaksanakan ajaran ini setiap hari, sehingga melalui hidup kita, orang lain pun dapat merasakan kasih Allah yang nyata dan kekal.

IMANUEL. Selamat beraktivitas, melayani, dan menyebarkan kasih Kristus ke mana pun kita berada. Tuhan Yesus memberkati setiap langkah, pekerjaan, dan keluarga kita semua dengan limpah kasih-Nya. Salam sejahtera dan kasih Kristus menyertai kita semua 🤝🤝🙏🙏. Oleh: Amang P. Gajah, Guru Huria HKBP Pangururan, Gereja Bolon

Berita Terkait